Senin, 04 Agustus 2008

0

Korupsi…

Lagi-lagi tentang korupsi

Mata telingaku bosan melihat dan mendengarnya

Warisan Orde Baru menggurita dari kelas kakap samapi kelas teri

Siap memburu buruannya yang lezat untuk dijadikan santapan

Lembaga tinggi Negara menjadi surga bagi tikus berdasi

Rakus tidak kenyang-kenyangnya memakan keju

Rakyat menjerit kesakitan hanya untuk sesuap nasi

Kemanakah recahan-recahan itu berlarian?

Dimakan oleh nafsu keserakahan, perut yang tidak kenyang-kenyang

Pendidikan, kesehatan menjadi barang mewah terbengkalai

Korupsi membuat generasi jadi bodoh terbelakang

Bangsa kita mencuri perhatian dunia lewat perestasi terkorup

Ini bukan kebangkitan tapi kebangkrutan kebobrokan usang

Mendukung kemiskinan bodoh terbelakang

Bangsa kita sudah nikmat dengan gaya culasnya

Dimana lahan empuk disitu lahan bermain air limpur mencari ikan

Sambil membawa jaring untuk tangkapannya!!

0

Petani & padi


Matahari terbit menyinari bumi dari kegelapan

Petani membawa cangkulnya bergegas mengelola sawah harapannya

Ditemani burung-burung, katak-katak yang setia menemaninya

Bibit-bibit padi mulai disebar dikotakan kecil

Sekelompok ibu-ibu menanam padi dengan kasih sayang

Air mengalir dari irigasi ke pesawahan

Yang memberi kekuatan, sahabat para petani tanpa disadari

Tikus-tikus musuh besar para petani

Ular-ular di bunuh tanpa dikasih ampun

Rusaknya mata rantai yang pada akhirnya merugi para petani

Tikus dan Ular antara teman musuh

Petani dengan topinya memandang padi menguning merunduk

Kuli keprik mengarit padi sikuning mengebuk sekuat tenaga

Karung-karung gemuk siap dijemur, dijual....

0

Jadi Harimau apa Buaya?

Sebelum bubaran dan makan siang ketua umum PMII cabang serang yang baru mengajak duduk bareng sering, evaluasi setetalah acara selesia. Untuk berdiskusi mengevaluasi apa yang terlahdilaksanakan apa saja kekurangan supaya dikemudian hari bisa eleminisir, dan supaya mempererat tali silaturahhmi yang sudah terjalin jangan sesudah acara bubar begitu saja.

Ketua umum yang baru mengajak kepada warga pergerakan untuk membangun budaya kajian dan diskusi untuk pematangan intelektual supaya siap bersaing diwiilayah wacana dan siap bersaing dengan organ lain. Ada dua pilihan apakah PMII ingin menjadi harimau atau buaya; kalau jadi harimau dia harus mencari mangsa pontang-panting lari kesana kemari untuk mendapatkan mangsa, kalau jadi buaya di menunggu mangsa malah mangsa yang datang sendiri. Ada yang menyangkal perkataan ketum PMII dari STAIKHA “kalau menunggu terus kapan berhasilnya”. Ketum menjawab “ buaya mempunyai air. Air dibutuhkan oleh mahluk hidup air paling urgen dalam kehidupan. Bagaimana PMII mempunyai air seperti buaya air disini dalam artian luas (pengetahuan, skill. Red) ungkap ketum diapun akhirnya faham dan mengangguk kepala.

Kalau orang ingin dipandang dan dihormati ada dua 1. pembasisan massa 2. intelektual. Di PMII pembasisan massa sudah biasa, kalau tidak bisa pembasisan intelektual, kalau tidak bisa intektual pembasisan massa dua pilihan. Kalau bisa dua-duanya memadukan akan lebih baik. PMII Kom IAIN memenangkan pemilihan umum mahasiswa dan mengusai ranah strategis kampus atau ranah politik praktis di kampus, kalau sudah dipegang wiliyah itu PMII akan jaya karena kekuatannya diwilayah kampus, bisa diikuti oleh PMII yang ada UNTIRTA kalau di STAIKHA dan ASSALAMI’YAH sudah di kuasai PMII ungkap ketum.

Ketua umum PMII Cabang Serang meminta doanya kapada warga pergerakan (sebutan kader PMII) mudah-mudahan bisa menambah lima komisariat ungkapnya. Dan dilanjutkan dengan makan siang bareng. (Imonk)